Mengenal Kitab Fatḥ al-Bārī bi Sharḥ Ṣaḥīḥ al-Bukhārī – Ibn Ḥajar al-ʿAsqalānī

Berikut profil lengkap Kitab Fatḥ al-Bārī bi Sharḥ Ṣaḥīḥ al-Bukhārī — salah satu karya monumental dalam khazanah Islam klasik:


📘 Identitas Kitab

  • Judul Lengkap: Fatḥ al-Bārī bi Sharḥ Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (فتح الباري بشرح صحيح البخاري)
  • Penulis: Al-Ḥāfiẓ Aḥmad ibn ʿAlī ibn Ḥajar al-ʿAsqalānī (773–852 H / 1372–1449 M)
  • Mazhab: Syafi‘i
  • Bidang: Hadis dan Syarah (penjelasan atas hadis)
  • Bahasa: Arab klasik
  • Jumlah Jilid: 13–15 jilid besar (tergantung edisi cetak)
  • Kitab Induk yang dijelaskan: Ṣaḥīḥ al-Bukhārī karya Imam al-Bukhārī

🧠 Latar Belakang Penulisan

Imam Ibn Ḥajar menulis Fathul Baari sebagai penjelasan (syarḥ) paling komprehensif atas Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, kitab hadis paling sahih dalam Islam Sunni.

Sebelum Fathul Baari, banyak ulama menulis syarah atas Bukhari, seperti:

  • ‘Umdatul Qari oleh al-‘Ayni (mazhab Hanafi),
  • Irsyadus Sari oleh al-Qasthalani,
    namun Fathul Baari menjadi yang paling lengkap, sistematis, dan diterima luas lintas mazhab.

Penulis menghabiskan sekitar 25 tahun untuk menyusunnya, dimulai sekitar tahun 817 H dan selesai tahun 842 H.


📜 Isi dan Struktur Kitab

Fathul Baari mengulas hadis-hadis dalam Ṣaḥīḥ al-Bukhari secara tafsili dan multidisipliner, mencakup:

  1. Penjelasan bahasa (lughawi) dan gramatika hadis.
  2. Analisis sanad dan perawi (jarh wa ta‘dil).
  3. Konteks hukum (fiqh al-hadith) menurut berbagai mazhab.
  4. Asbab al-wurud (latar munculnya hadis).
  5. Rekonsiliasi hadis yang tampak kontradiktif.
  6. Kandungan hikmah, akhlak, dan aqidah.

Setiap bab (kitāb) dari Ṣaḥīḥ al-Bukhari diulas secara sistematis, dengan pembahasan sanad, lafaz, dan makna.


🌟 Keunggulan Ilmiah

  1. Kedalaman ilmiah: memadukan antara ilmu hadis, fikih, bahasa, dan sejarah.
  2. Metode komparatif: mengutip pendapat ulama sebelumnya, lalu memberi tarjih (analisis unggul).
  3. Objektivitas: meskipun beliau Syafi‘i, Ibn Hajar menukil argumentasi dari seluruh mazhab besar.
  4. Konsistensi sanad: sangat teliti dalam menilai kekuatan periwayatan.
  5. Penerimaan universal: dijadikan rujukan utama oleh ulama lintas mazhab dan zaman.

🕌 Kedudukan dalam Tradisi Islam

  • Dikenal sebagai “Mahkota Syarah Bukhari”, menjadi rujukan utama studi hadis di dunia Islam.
  • Banyak pesantren dan universitas Islam menggunakan Fathul Baari sebagai teks induk dalam kajian hadis tingkat tinggi.
  • Ulama seperti al-Sakhawi dan al-Suyuti memuji karya ini sebagai “kitab terbaik dalam syarah hadis”.

🪶 Kutipan Pujian Ulama

  • Al-Suyuti berkata:

    “Tidak pernah ada syarah atas Sahih al-Bukhari seperti Fathul Baari.
    Barang siapa membacanya, maka ia tidak akan membutuhkan yang lain.”

  • Al-Sakhawi (murid Ibn Hajar) menulis:

    “Karya ini disusun selama 25 tahun dengan ketelitian dan kekuatan hafalan yang menakjubkan.”


Versi Bahasa Arab : 13 Jilid


Versi Bahasa Indonesia : 30 Jilid