Mengenal Kitab Syarah Shahih Muslim – Imam Nawawi

Berikut profil lengkap Kitab Syarah Shahih Muslim karya Imam al-Nawawi:


🕌 1. Identitas Umum Kitab

Judul lengkap:
Al-Minhāj fī Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim ibn al-Ḥajjāj (المنهاج في شرح صحيح مسلم بن الحجاج)

Penulis:
Imam Yahyā ibn Sharaf al-Nawawī (631–676 H / 1233–1277 M)

Bidang:
Hadis dan syarah (penjelasan makna hadis)

Bahasa:
Arab klasik (dengan gaya ilmiah dan fiqhī khas madzhab Syafi‘i)

Jumlah jilid:
Umumnya diterbitkan dalam 9–18 jilid (tergantung edisi cetak dan tahqiq).


📖 2. Latar Belakang Penulisan

Imam al-Nawawi menulis syarah (penjelasan) terhadap Ṣaḥīḥ Muslim karya Imam Muslim ibn al-Ḥajjāj sebagai bentuk pengabdian ilmiah untuk menjelaskan makna hadis secara detail, baik dari segi bahasa, hukum, maupun kandungan akidahnya.

Kitab ini disusun sebagai bagian dari tradisi ilmiah ulama Syafi‘iyyah yang berupaya menjelaskan dua kitab hadis teragung: Ṣaḥīḥ al-Bukhārī dan Ṣaḥīḥ Muslim. Jika Fath al-Bārī karya Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī menjadi syarah monumental untuk Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, maka Syarah Shahih Muslim karya al-Nawawi menjadi pasangannya yang tak tergantikan untuk Ṣaḥīḥ Muslim.


🧠 3. Struktur dan Metode Penulisan

Metodologi Imam al-Nawawi:

  1. Menjelaskan redaksi hadis secara gramatikal (nahwu–sharaf) dan makna lughawī (bahasa).
  2. Menjelaskan makna syar‘ī dan fiqhī, termasuk pendapat berbagai madzhab (terutama Syafi‘i).
  3. Menjelaskan sebab kemunculan hadis (asbāb al-wurūd), jika diketahui.
  4. Menghimpun riwayat-riwayat hadis serupa dari jalur lain untuk memperkuat makna.
  5. Menyimpulkan hukum dan hikmah, serta korelasinya dengan ayat Al-Qur’an dan kaidah ushul fiqh.

Ciri khasnya:

  • Tidak hanya menjelaskan lafaz hadis, tapi juga menyajikan analisis ilmiah dan hukum yang luas.
  • Menggabungkan disiplin bahasa Arab, fiqh, akidah, dan etika Islam.
  • Ditulis dengan gaya ilmiah, sistematis, dan penuh adab ilmiah.

📚 4. Kandungan dan Keutamaan

  • Menjelaskan hampir seluruh hadis dalam Ṣaḥīḥ Muslim, menjadikannya referensi utama bagi ahli hadis, fuqahā’, dan peneliti.
  • Mengandung penjelasan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama‘ah, terutama dalam hal sifat-sifat Allah, iman, qadar, dan nubuwah.
  • Menjadi rujukan fiqh Syafi‘i, karena Imam al-Nawawi sering membandingkan pendapat mazhab Syafi‘i dengan mazhab lain.
  • Memuat adab dan akhlak, misalnya pada bab niat, jihad, ilmu, dan zikir.

📜 5. Penerimaan dan Pengaruh

Kitab ini menjadi syarah paling terkenal atas Ṣaḥīḥ Muslim dan diterima secara luas di dunia Islam, baik di kalangan pesantren, madrasah, maupun universitas Islam.

Para ulama menyebutnya sebagai:

“Afdhalu syurūḥ Ṣaḥīḥ Muslim bil-ittifāq” — Syarah terbaik atas Shahih Muslim secara ijma‘ (kesepakatan).

Beberapa ulama yang mengutip atau melanjutkan karyanya:

  • Imam Jalaluddin al-Suyuthi
  • Imam Ibn Hajar al-‘Asqalani
  • Imam al-Qasthalani
  • Syaikh al-Albani dan para ahli hadis modern

🧾 6. Status dan Keotentikan

Kitab ini termasuk karya terakhir Imam al-Nawawi sebelum wafat, dan beliau tidak sempat menyelesaikan seluruh jilidnya.
Beberapa jilid terakhir kemudian disempurnakan oleh ulama sesudahnya, dengan mengikuti metode beliau.

Meskipun tidak sempurna dari segi kelengkapan, otoritas dan kedalaman ilmiahnya tetap diakui, dan tidak ada syarah Ṣaḥīḥ Muslim lain yang menyainginya dalam mutu ilmiah.


🕋 7. Nilai Spiritual dan Keilmuan

Selain nilai ilmiah, kitab ini mengandung ruh keikhlasan dan adab ulama salaf.
Imam al-Nawawi dikenal zuhud dan bersih dari pamrih duniawi, sehingga karya-karyanya, termasuk Syarah Shahih Muslim, memiliki pengaruh spiritual yang kuat dalam kalangan penuntut ilmu.


Terjemahan Syarah Shahih Muslim :