Berikut profil kitab Al‑Bayan wa al‑Taʿrīf fī Asbābi al‑Wurūd al‑Ḥadīth al‑Sharīf (yang dikenal di Indonesia sebagai *Asbâbul Wurûd) karya Ibrâhîm bin Muḥammad bin Ḥamzah al‑Ḥusainī al‑Ḥanafī ad‑Damsyīqī — saya sajikan dalam format ringkasan: latar belakang, isi utama, metodologi, dan pemanfaatannya.
1. Identitas / Data Kitab
- Judul asli Arab: Al-Bayan wa al-Taʿrīf fī Asbābi al-Wurūd al-Ḥadīth al-Sharīf.
- Judul dalam Bahasa Indonesia yang umum: Asbâbul Wurûd: Latar Belakang Historis Timbulnya Hadits-Hadits Rasulullah SAW.
- Penulis: Ibrâhîm bin Muḥammad bin Ḥamzah al-Ḥusainī al-Ḥanafī ad-Damsyīqī.
- Cetakan Indonesia: misalnya terjemahan jilid 1–3 terbit oleh penerbit di Jakarta, edisi kelima tercatat.
2. Latar Belakang & Tujuan
- Kitab ini membahas asbâb al-wurûd atau “sebab timbulnya” (latar belakang) hadits — artinya, kondisi atau peristiwa yang melatarbelakangi munculnya suatu hadits. Sebagaimana analoginya dengan konsep asbâb nuzûl pada al-Qur’ān.
- Tujuannya: agar memahami konteks hadits sehingga interpretasi dan penerapan hadits tidak salah kaprah. Sebuah kutipan terjemahan menyebut:
“Dengan mengetahui Sabab al-Wurūd suatu hadits, kemungkinan salah menyimpulkan kandungan hadits akan lebih teratasi”
3. Isi Utama & Struktur Kitab
- Kitab ini memuat uraian sejumlah besar hadits (disebut angka ~1.831 hadits) beserta sebab timbulnya.
- Metodologi penyusunan:
- Disusun berdasarkan urutan huruf hijaiyah (alphabetis) untuk memudahkan pencarian.
- Setiap entri hadits: disebutkan matan hadits → takhrîj (riwayat, sumber) → lalu penjelasan asbâb al-wurûd-nya.
- Contoh tema-bahasan hadits: (lihat daftar isi terjemahan) misalnya: “Nabi Muhammad dan Penjaga Surga”, “Perintah Taqwa”, “Takut kepada Allah”, dsb.
- Kitab membagi hadits dalam beberapa jilid (terjemahan Indonesia menyebut Jilid 1, 2, 3).
4. Kelebihan & Catatan Metodologi
Kelebihan
- Fokus khusus kepada aspek sebab historis timbulnya hadits, yang cukup jarang secara komprehensif di literatur Bahasa Indonesia.
- Metode alphabetis memudahkan pencarian cepat menurut huruf hadits.
- Menjelaskan konteks yang penting agar pengamalan hadits mempertimbangkan latar sosial-sejarahnya.
Catatan metodologi / hal yang perlu diperhatikan
- Penjelasan asbâb al-wurûd tidak selalu setara dengan penilaian derajat hadits; artinya kitab lebih fokus pada “kenapa hadits itu muncul” bukan membahas secara rinci status sanad (dari sisi ke-hadits-an) secara penuh.
- Pembaca disarankan memiliki pemahaman dasar ilmu hadits (takhrîj, ilmu sanad dan matan) agar dapat mengevaluasi sendiri derajat ke-hadits-an bila diperlukan.
- Dalam terjemahan Indonesia: terkadang catatan kaki panjang aslinya disederhanakan atau diberikan tambahan penjelasan agar mudah dibaca.
5. Manfaat Untuk Penelitian & Praktik
Untuk keperluan Anda (mengingat minat Anda dalam kerangka pendidikan/asesmen TKA, dan analisis historis), kitab ini bisa bermanfaat dalam aspek-aspek berikut:
- Sebagai sumber referensi dalam memahami konteks historis hadits — cocok untuk modul pembelajaran ilmu hadits atau pengantar ulum al-hadits di jenjang SMA/SMK.
- Bahan untuk analisis kritis: bagaimana latar sosial-sejarah memengaruhi penyampaian hadits, serta implikasi terhadap pemahaman modern.
- Untuk menyusun kerangka asesmen TKA di bagian “Ilmu Hadits” atau “Ulum al-Hadits” — Anda bisa mengambil contoh-contoh hadits dalam kitab ini lalu mengajukan pertanyaan: “Apa sebab timbulnya hadits ini?”, “Bagaimana konteksnya?”, “Apa implikasi pemahamannya bila tidak memahami sebab timbulnya?”, dll.
- Untuk membuat infografik/visualisasi: Anda bisa membuat diagram alur: Hadits → Matan/riwayat → Konteks (peristiwa) → Implikasi. Kitab ini sangat cocok sebagai basis data untuk membuat prompt gambar AI (“visualisasi peristiwa sahabat ketika hadits itu diucapkan”, misalnya).