Berikut profil lengkap Kitab Sunan ad-Dārimī:
📘 1. Nama Lengkap Kitab
السنن للإمام الدارمي (As-Sunan li al-Imām ad-Dārimī)
Dikenal juga sebagai Sunan ad-Dārimī atau Musnad ad-Dārimī, karena strukturnya mirip musnad, meskipun judulnya “Sunan”.
👤 2. Pengarang
- Nama Lengkap: ʿAbd Allāh bin ʿAbd ar-Raḥmān ad-Dārimī (عبد الله بن عبد الرحمن الدارمي)
- Kunyah: Abū Muḥammad
- Kelahiran/Wafat: Lahir sekitar 181 H — wafat 255 H
- Kota Asal: Samarqand (wilayah Transoxiana, Asia Tengah)
Ad-Dārimī adalah seorang ahli hadis besar dari generasi setelah Imam al-Bukhārī, termasuk dalam kelompok mutaqaddimīn (ulama awal ahli hadis). Ia merupakan guru bagi banyak imam besar seperti Imam al-Bukhārī dan Muslim.
🕌 3. Status Kitab
Meskipun berjudul Sunan, karya ini oleh sebagian ulama lebih menyerupai Musnad karena penyusunan hadisnya tidak sepenuhnya berdasarkan bab fikih sebagaimana Sunan karya Abu Dawud atau an-Nasa’i, melainkan menurut tema-tema umum yang lebih luas.
Namun, karena isinya fokus pada hadis-hadis hukum (ahkām), ia tetap dikelompokkan sebagai salah satu kitab Sunan.
📚 4. Kedudukan dalam Kutub as-Sittah
Kitab ini tidak termasuk enam kitab induk hadis (Kutub as-Sittah) secara formal, namun menempati posisi tinggi di kalangan ahli hadis dan sering disebut sebagai pelengkap di antara karya Sunan besar.
Sebagian ulama klasik bahkan menyebutnya sebagai “Sunan ketujuh” setelah enam kitab utama.
🧱 5. Struktur dan Isi Kitab
- Jumlah hadis: sekitar 3.500–4.000 hadis
- Disusun berdasarkan bab-bab tematik (abwāb), seperti:
- Kitab al-ʿIlm
- Kitab ath-Thahārah
- Kitab ash-Shalāh
- Kitab az-Zakāh
- Kitab ash-Shiyām
- Kitab al-Ḥajj
- Kitab al-Imān
- Kitab al-Fitan, dan lainnya.
Ad-Dārimī juga menyertakan komentar-komentar ringkas dan atsar sahabat untuk menjelaskan makna hadis, menjadikan kitab ini lebih bersifat “syarh dan sanad sekaligus”.
🧩 6. Metodologi Penyusunan
- Sanad Lengkap: Semua hadis dicantumkan dengan sanad yang bersambung (musnad).
- Kritik dan penjelasan: Ad-Dārimī kadang memberikan komentar tentang keabsahan sanad.
- Gabungan antara riwayat dan penalaran ilmiah: Ia mengutip pendapat ulama salaf untuk memperkuat konteks.
- Tidak hanya hadis hukum: Termasuk juga bab tentang keutamaan ilmu, bid‘ah, adab, dan akhlak.
⚖️ 7. Kualitas Hadis
Dalam Sunan ad-Dārimī terdapat:
- Hadis shahih dan hasan dalam jumlah besar.
- Beberapa hadis dha‘if ringan, namun jarang ditemukan hadis yang munkar atau maudhu‘.
Oleh karena itu, para ulama menilai kitab ini mendekati tingkat kesahihan Kutub as-Sittah.
🏛️ 8. Pengaruh dan Ulama yang Mengomentari
- Dikutip secara luas oleh para ulama seperti Ibn Hajar al-‘Asqalānī, as-Suyūṭī, dan al-Mizzī.
- Tidak banyak syarah (penjelasan lengkap) yang tersusun khusus untuk Sunan ad-Dārimī, namun banyak kutipan muncul dalam karya hadis komparatif seperti Nayl al-Awṭār, Talkhīṣ al-Ḥabīr, dan Tuhfat al-Aḥwadzī.
🕰️ 9. Keistimewaan Kitab
- Merupakan kitab hadis paling awal sebelum Kutub as-Sittah.
- Mempadukan metode Musnad dan Sunan.
- Dilengkapi komentar dan analisis sanad langsung oleh penulis.
- Menjadi sumber penting dalam studi perbandingan fiqh dan hadis.