Profil Singkat Tafsir al‑Kabir
1. Identitas Karya
- Judul lengkap: Mafatih al‑Ghayb (Tafsir al‑Kabeer) (مفاتيح الغيب), sering disebut juga Tafsir al-Kabeer (“Tafsīr Besar”).
- Penulis: Fakhr al‑Din al‑Razi (1149/1150–1210 M / 544–606 H).
- Bahasa: Arab.
- Volume: Sekitar 32 jilid dalam edisi klasik.
- Kategori: Tafsir al-Qur’an klasik, dengan pendekatan teologis, filosofis, linguistik, dan kalam (teologi Islam).
2. Latar Belakang Penulis & Konteks Karya
- Fakhr al-Din al-Razi adalah seorang ulama Persia yang sangat produktif, aktif dalam studi teologi (kalam), falsafah, ilmu tafsir, dan ilmu-linguistik Islam.
- Karya ini ditulis dalam masa ketika tradisi tafsir Islam telah kaya dengan pendekatan riwayat-hadis, linguistik Arab klasik, dan kalam (debat teologis). Al-Razi berusaha menggabungkan berbagai disiplin.
- Sebagai tafsir besar, karya ini menjadi rujukan penting bagi generasi ulama setelahnya karena cakupannya yang luas dan kedalaman pemikirannya.
3. Metodologi & Ciri Utama
Berikut beberapa karakteristik utama dari Tafsir al-Kabeer:
- Pendekatan multidisipliner: Al-Razi tidak hanya menafsirkan dari sudut linguistik dan hadis, tetapi juga mengaitkan tafsir ayat-ayat dengan tema-tema filosofis, teologis (kalam), etika, kosmologi, dan ilmu alam.
- Analisis linguistik mendalam: Penulis menganalisis kata-kata Arab dalam al-Qur’an secara rinci, termasuk etimologi, makna dalam bahasa Arab klasik, dan variasi penggunaannya.
- Refleksi teologis dan filosofis: Karya ini menyentuh persoalan besar seperti sifat Allah, penciptaan, kebebasan manusia, iman dan amal, serta diskursus antara rasio dan wahyu.
- Struktur tafsir yang sistematis: Meskipun formatnya sangat besar, al-Razi berusaha memberikan komentar ayat demi ayat, dengan banyak “pengembangan” (ta’liqat) terhadap berbagai aspek.
- Kritik terhadap kecenderungan tafsir sebelumnya: Al-Razi kadang-kala mengkritik tafsir yang ia anggap terlalu mengandalkan riwayat yang lemah atau kurang kritis.