Berikut profil lengkap Tafsir Ibnu ‘Abbas yang sering disebut juga dengan Tanwīr al-Miqbās min Tafsīr Ibn ‘Abbās:
🕌 1. Nama dan Identitas Kitab
- Judul Lengkap: Tanwīr al-Miqbās min Tafsīr Ibn ‘Abbās (تنوير المقياس من تفسير ابن عباس)
- Nisbah: Dinisbatkan kepada ‘Abdullāh ibn ‘Abbās (رضي الله عنهما), sepupu Rasulullah ﷺ, sahabat yang dikenal dengan julukan Turjumān al-Qur’ān (Penerjemah Al-Qur’an) dan Ḥabr al-Ummah (Ulama Besar Umat).
- Bahasa: Arab
- Bidang: Tafsir bil-ma’tsūr (tafsir berbasis riwayat dari Rasulullah, sahabat, dan tabi‘in).
📖 2. Pengarang dan Atribusi
Kitab ini secara tradisi dinisbatkan kepada Ibn ‘Abbās, namun para ulama berbeda pendapat tentang keautentikannya:
- Sebagian ulama klasik dan penerbit menisbatkan kitab ini langsung kepada Ibn ‘Abbās, dengan asumsi bahwa tafsir tersebut adalah hasil periwayatan dari murid-muridnya seperti ‘Ali ibn Abī Ṭalḥah atau Mujāhid.
- Namun, penelitian modern menunjukkan bahwa karya yang beredar dengan judul Tanwīr al-Miqbās tidak disusun langsung oleh Ibn ‘Abbās, melainkan dikompilasi belakangan oleh al-Fairūzābādī (w. 817 H), penulis kamus al-Qāmūs al-Muḥīṭ.
Oleh karena itu, kitab ini sebaiknya dianggap kompilasi tafsir-tafsir yang dinisbatkan kepada Ibn ‘Abbās, bukan karya asli beliau.
🧕 3. Tentang Ibn ‘Abbās (619–687 M / 3 H–68 H)
- Sepupu Nabi ﷺ (anak dari al-‘Abbās bin ‘Abd al-Muṭṭalib).
- Dikenal sebagai sahabat yang paling luas pengetahuannya tentang Al-Qur’an.
- Nabi ﷺ pernah mendoakannya:
“اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ”
“Ya Allah, berilah dia pemahaman dalam agama dan ajarilah dia tafsir Al-Qur’an.” (HR. Ahmad, Tirmidzi) - Ibn ‘Abbās menafsirkan banyak ayat langsung berdasarkan penjelasan Rasulullah ﷺ atau ijtihadnya sendiri, dan penafsirannya menjadi dasar utama tafsir klasik.
📚 4. Metode dan Karakteristik Tafsir
- Jenis Tafsir:
- Tafsīr bi al-ma’tsūr, yaitu tafsir berdasarkan riwayat sahih dari Nabi ﷺ, sahabat, dan tabi‘in.
- Mengandung pula beberapa tafsīr bi ar-ra’y (penjelasan dengan ijtihad pribadi).
- Gaya Penulisan:
- Ringkas, langsung pada makna kata dan maksud ayat.
- Seringkali hanya menafsirkan satu kata kunci dari ayat.
- Tidak banyak mengulas aspek hukum atau gramatikal.
- Sumber Riwayat:
- Banyak riwayat melalui jalur ‘Alī ibn Abī Ṭalḥah dari Ibn ‘Abbās.
- Beberapa riwayat lemah (da‘īf) atau tidak memiliki sanad lengkap, karena banyak dikumpulkan dari sumber-sumber sekunder.
🧩 5. Struktur dan Isi
Kitab ini mengikuti urutan mushaf, dari Surah al-Fātiḥah hingga an-Nās.
Setiap ayat disertai terjemahan singkat makna atau sinonim kata, misalnya:
QS. Al-Fātiḥah 1: Bismillāh al-Raḥmān al-Raḥīm
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
Ibn ‘Abbās menafsirkan:
“Dengan menyebut nama Allah sebelum membaca atau memulai sesuatu.”
Bentuk tafsirnya padat seperti glosarium — lebih menyerupai tafsir lughawī (kosakata) daripada penjelasan panjang.
⚖️ 6. Keunggulan dan Kritik
✅ Keunggulan:
- Merupakan koleksi tafsir paling awal yang menisbatkan riwayat kepada sahabat besar Ibn ‘Abbās.
- Sering dijadikan rujukan dasar oleh mufassir klasik seperti ath-Ṭabarī, al-Baghawī, dan as-Suyūṭī.
- Mengandung aspek bahasa dan makna dasar yang membantu memahami konteks awal penafsiran.
⚠️ Kritik:
- Sebagian besar riwayat dalam Tanwīr al-Miqbās lemah atau tidak memiliki sanad sahih.
- Para ulama seperti Ibn Ḥajar, adh-Dhahabī, dan as-Suyūṭī menilai bahwa kitab ini bukan murni karya Ibn ‘Abbās, melainkan kompilasi belakangan dengan campuran riwayat yang tidak terverifikasi.
- Oleh karena itu, penggunaannya lebih tepat untuk studi sejarah tafsir, bukan untuk penetapan hukum atau akidah.
🧭 7. Pengaruh dan Kedudukan dalam Tradisi Tafsir
- Tafsir Ibn ‘Abbās menjadi fondasi penting bagi seluruh tafsir bi al-ma’tsūr sesudahnya.
- Banyak mufassir klasik seperti ath-Ṭabarī, al-Baghawī, Ibn Kathīr, dan as-Suyūṭī yang mengutip pendapat-pendapat Ibn ‘Abbās dalam tafsir mereka.
- Di kalangan ulama, beliau dikenal sebagai sahabat paling berotoritas dalam tafsir, di samping ‘Alī ibn Abī Ṭālib dan Ubayy ibn Ka‘b.
🪶 8. Kutipan Ulama tentang Ibn ‘Abbās
- Imam al-Suyūṭī berkata:
“Tafsir Ibn ‘Abbās adalah rujukan paling terpercaya dalam penjelasan makna-makna Al-Qur’an dari kalangan sahabat.”
- Ibn Taymiyyah menulis dalam Muqaddimah fī Uṣūl at-Tafsīr:
“Di antara sahabat, yang paling mengetahui tafsir adalah Ibn ‘Abbās, kemudian mereka yang mengambil darinya seperti Mujāhid, ‘Ikrimah, dan Qatādah.”
📜 Terjemahan Tafsir Ibnu Abbas :