Berikut profil lengkap Kitab Shahih Sunan Abu Dawud :
🕌 1. Judul dan Identitas Kitab
- Judul lengkap: Shahih Sunan Abi Dawud
- Penulis tahqiq dan takhrij: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani
- Penulis asli Sunan: Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash‘ats as-Sijistani (w. 275 H)
- Bidang: Hadis — Takhrij dan Tahqiq
- Jumlah jilid: Biasanya 4 jilid (tergantung penerbit)
- Penerbit populer: Maktabah al-Ma‘arif, al-Maktab al-Islami, dan lainnya
📘 2. Latar Belakang Penyusunan
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari Kutub as-Sittah (Enam Kitab Hadis Utama). Di dalamnya, Imam Abu Dawud menghimpun sekitar 4800 hadis yang sebagian sahih, hasan, dan dha‘if.
Untuk memudahkan kaum muslimin dalam mengambil hadis-hadis sahih dari kitab ini, Syaikh al-Albani melakukan penelitian ilmiah (tahqiq dan takhrij) terhadap seluruh hadisnya, lalu menyusunnya dalam dua karya:
- Shahih Sunan Abi Dawud — berisi hadis-hadis yang beliau nilai sahih dan hasan.
- Dha‘if Sunan Abi Dawud — berisi hadis-hadis yang beliau nilai lemah atau tidak valid.
🧠3. Metode dan Pendekatan Albani
Syaikh al-Albani menggunakan metode takhrij hadis dengan mengacu pada sumber-sumber primer sanad dan matan, seperti:
- Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim,
- Musnad Ahmad, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasai, Sunan Ibn Majah, dan lainnya.
Beliau menelusuri setiap sanad, menilai perawi berdasarkan ilmu jarh wa ta‘dil, kemudian menentukan derajat hadis:
- Shahih (S)
- Hasan (H)
- Dha‘if (D)
Pendekatan Albani dikenal objektif dan kritis, walaupun sebagian ulama berbeda pendapat dengan penilaian beliau terhadap sebagian hadis.
📖 4. Struktur Kitab
Struktur Shahih Sunan Abi Dawud mengikuti urutan bab asli karya Imam Abu Dawud, yaitu:
- Kitab ath-Thaharah
- Kitab ash-Shalat
- Kitab az-Zakat
- Kitab ash-Shiyam
- Kitab al-Hajj
- Kitab an-Nikah
- Kitab al-Jihad
- Kitab al-Adab
- Kitab al-Aqdiyah
- Kitab al-Fitan wal-Malahim, dan seterusnya.
Dalam setiap bab, al-Albani menulis:
- Nomor hadis menurut Sunan Abu Dawud,
- Status hadis (Shahih / Hasan),
- Keterangan singkat sanad dan penilaian ulama sebelumnya.
🧠5. Keistimewaan Kitab
- 🔹 Memudahkan penuntut ilmu: Tidak perlu meneliti seluruh sanad, cukup merujuk ke hasil penelitian Albani.
- 🔹 Memisahkan hadis shahih dan dha‘if: Memberikan kejelasan bagi para pengkaji fikih.
- 🔹 Dilengkapi takhrij ilmiah: Albani menyebut sumber dan jalur riwayat alternatif.
- 🔹 Diterima luas: Banyak lembaga dan madrasah menggunakan kitab ini untuk studi hadis tematik.
🧩 6. Kritik dan Tanggapan Ulama
Beberapa ulama hadis seperti Syaikh ‘Abd al-Fattah Abu Ghuddah dan Syaikh Mahmud Sa‘id Mamduh menghargai usaha Albani tetapi menilai:
- Albani kadang terlalu ketat dalam melemahkan sebagian hadis,
- atau sebaliknya terlalu toleran pada hadis tertentu.
Namun, secara umum karya ini dianggap monumental dalam bidang tashih wa tad‘if al-hadith di era modern.
🕋 8. Nilai Keilmuan dan Relevansi
Kitab Shahih Sunan Abu Dawud Albani:
- Menjadi referensi utama bagi studi hadis praktis di abad ke-20 dan 21,
- Berfungsi sebagai penyaring untuk hukum-hukum fikih berdasarkan hadis sahih,
- Membantu peneliti dan pelajar dalam memahami istinbath al-ahkam (penggalian hukum syariah).