Berikut profil lengkap kitab Sunan an-Nasa’i:
🕌 1. Nama Kitab dan Penulis
- Judul Lengkap: As-Sunan al-Kubra dan As-Sunan al-Sughra (dikenal juga dengan nama Al-Mujtaba min as-Sunan)
- Penulis: Imam Ahmad bin Syu‘aib bin Ali bin Sinan bin Bahr bin Dinar an-Nasa’i (w. 303 H / 915 M)
- Julukan: An-Nasa’i diambil dari nama kota asalnya, Nasa’ (di wilayah Khurasan, Iran modern).
- Kunyah: Abu Abdurrahman
📖 2. Latar Belakang Penulisan
Imam an-Nasa’i menulis dua karya besar dalam bidang hadis:
- As-Sunan al-Kubra — kumpulan hadis yang sangat besar, mencakup semua bab hukum.
- As-Sunan as-Sughra (Al-Mujtaba) — ringkasan dari al-Kubra yang beliau pilih sendiri hadis-hadisnya yang paling sahih dan kuat sanadnya.
Kitab As-Sunan as-Sughra inilah yang menjadi salah satu dari Kutub as-Sittah (Enam Kitab Hadis Utama), bersama:
- Sahih al-Bukhari,
- Sahih Muslim,
- Sunan Abu Dawud,
- Jami‘ at-Tirmidzi,
- Sunan Ibn Majah.
🧩 3. Metodologi dan Ciri Khas
- Pemilihan Hadis: An-Nasa’i sangat teliti; ia hanya mencantumkan hadis yang menurutnya tsiqah (terpercaya).
- Penilaian Perawi: Ia dikenal sebagai salah satu ahli jarh wa ta‘dil (kritikus perawi) paling tajam dan objektif.
- Sistematika: Penyusunan bab sangat rapi, berurutan sesuai fiqih — mulai dari thaharah, shalat, zakat, hingga jinayah.
- Komentar Fiqih: Kadang beliau menambahkan komentar singkat untuk menunjukkan pandangan fiqihnya.
- Kualitas Sanad: Di antara penulis Sunan, an-Nasa’i termasuk yang paling ketat dalam memilih sanad.
🧠 4. Kedudukan Ilmiah
Para ulama menilai kitab Sunan an-Nasa’i sebagai:
- Lebih kuat sanadnya dibanding Sunan Abu Dawud dan Tirmidzi,
- Hampir mendekati tingkat sahih seperti Sahih Muslim,
- Sebagian ulama seperti Ibnu Hajar dan adz-Dzahabi menilai:
“Sunan an-Nasa’i adalah yang paling sedikit hadis dha‘if-nya di antara kitab Sunan.”
🧾 5. Struktur Kitab
Kitab ini dibagi dalam beberapa kutub (bagian besar) dan abwab (bab kecil), antara lain:
- Kitab Thaharah
- Kitab Shalah
- Kitab Zakat
- Kitab Shaum
- Kitab Haji
- Kitab Nikah
- Kitab Talaq
- Kitab Jihad
- Kitab Jinayat
- Kitab Hudud
- Kitab Bay‘ (jual-beli)
- Kitab Adab dan Doa
Jumlah hadis dalam As-Sunan as-Sughra sekitar 5.700 hadis, sedangkan As-Sunan al-Kubra mencapai lebih dari 12.000 hadis.
📚 6. Syarah (Penjelasan) Penting
Beberapa syarah dan karya ulama atas Sunan an-Nasa’i antara lain:
- “Zahr ar-Ruba ‘ala al-Mujtaba” karya as-Suyuthi
- “Hasyiyah as-Sindi ‘ala an-Nasa’i” karya as-Sindi
- “Al-Futuhat ar-Rabbaniyyah” oleh Syaikh Ahmad Shakir
- “Tahqiq Sunan an-Nasa’i” oleh al-Albani (menilai hadis sahih dan dha‘if)
🧭 7. Kontribusi dan Keunikan
- Dikenal sangat hati-hati dalam meriwayatkan hadis; beliau tidak menerima hadis kecuali dari guru yang benar-benar dikenal tsiqah.
- An-Nasa’i juga dikenal zuhud dan taqwa; beliau meninggal di Mesir setelah dianiaya karena menolak mencela Sayyidina Ali.
- Karena kehati-hatiannya, ulama menyebut beliau “A‘lam an-nas fi ‘ilal al-hadith” — orang yang paling tahu tentang cacat tersembunyi dalam hadis.
📜 8. Kesimpulan
Kitab Sunan an-Nasa’i (khususnya versi as-Sughra) menempati posisi penting dalam studi hadis:
- Menjadi salah satu referensi hukum Islam klasik,
- Disusun dengan metodologi ilmiah yang sangat ketat,
- Mempadukan kekuatan sanad dan ketelitian fiqih,
- Menjadi rujukan pokok dalam madzhab Syafi‘i dan banyak madzhab lain.