Berikut profil lengkap Kitab Sunan Ibnu Mājah:
📘 Nama dan Identitas Kitab
- Judul Lengkap: Sunan Ibn Mājah (سنن ابن ماجه)
- Nama Penulis: Abū ‘Abdillāh Muḥammad bin Yazīd bin Mājah al-Qazwīnī (w. 273 H / 887 M)
- Bidang: Hadis
- Kedudukan: Salah satu dari enam kitab hadis induk (Kutub al-Sittah)
👤 Tentang Penulis
Ibnu Mājah al-Qazwīnī adalah seorang imam besar ahli hadis yang lahir di kota Qazwīn (Iran sekarang) tahun 209 H.
- Ia belajar hadis di berbagai kota Islam seperti Kufah, Basrah, Baghdad, Syam, Mesir, dan Hijaz.
- Guru-gurunya antara lain: ‘Alī bin Muḥammad al-Ṯaḥān, Muḥammad bin Rumḥ, Abū Bakr bin Abī Syaibah, dan lain-lain.
- Murid-murid terkenalnya: Muḥammad bin ‘Īsā al-Ṣaffār, Abū Ya‘lā al-Mawṣilī, dan lainnya.
- Wafat pada tahun 273 H di Qazwīn.
📜 Struktur dan Isi Kitab
Kitab Sunan Ibn Mājah terdiri dari sekitar 4.341 hadis, terbagi dalam 37 kitab (bab besar) dan lebih dari 1.500 bab kecil.
Topik-topiknya meliputi seluruh aspek syariat Islam:
- Aqidah dan Iman
- Fiqih dan Hukum (shalat, zakat, puasa, haji, jual beli, nikah, hudud, dll.)
- Adab dan Akhlak
- Tafsir dan Sejarah singkat
- Fadha’il al-A‘māl (keutamaan amal)
📚 Ciri Khas dan Nilai Ilmiah
- Klasifikasi Tematik (Sunan):
Hadis-hadis disusun menurut bab hukum fiqih sebagaimana Sunan Abu Dawud dan Sunan al-Tirmidzi. - Tambahan Hadis:
Ibnu Mājah memasukkan hadis-hadis yang tidak terdapat dalam lima kitab lain, menjadikan kitab ini bernilai tambahan penting dalam literatur hadis. - Tingkatan Hadis:
Di dalamnya terdapat hadis shahih, hasan, dan dhaif; bahkan sebagian ulama menilai ada hadis maudhu‘ (palsu), walau jumlahnya kecil. - Sumber Rujukan Ulama:
Ulama hadis setelahnya sering menjadikan Sunan Ibn Mājah sebagai pelengkap Kutub al-Khamsah (Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i).
🕌 Kedudukan dalam Kutubus Sittah
- Para ulama berbeda pendapat mengenai kitab keenam dari Kutubus Sittah.
Beberapa ulama seperti Ibn Ḥajar dan al-Dhahabi menegaskan bahwa kitab keenam adalah Sunan Ibn Mājah. - Namun ada pula yang menggantinya dengan Muwaththa’ Mālik atau Sunan al-Dārimī.
- Mayoritas ulama hadis masa kemudian menetapkan Sunan Ibn Mājah sebagai anggota keenam Kutubus Sittah.
🧩 Keistimewaan Kitab
- Melengkapi hadis-hadis hukum yang belum termuat dalam kitab lima lainnya.
- Metode penyusunan sederhana dan sistematis, mudah dirujuk oleh pelajar dan peneliti.
- Kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu hadis dan fiqih, terutama dalam menunjukkan variasi sanad dan riwayat.
🪶 Penilaian Ulama
- Al-Hafizh Ibn Hajar al-‘Asqalani:
“Sunan Ibn Mājah mengandung banyak hadis yang tidak terdapat dalam kitab lain, dan inilah sebab ia menjadi yang keenam dari Kutub al-Sittah.”
- Al-Dzahabi:
“Ibnu Mājah adalah seorang hafizh yang tsiqah, pemilik karya besar, dan kitabnya diakui oleh para ahli hadis.”
- Imam an-Nawawi:
“Ia seorang ahli hadis yang terhormat, namun dalam kitabnya terdapat hadis lemah yang harus diteliti dengan cermat.”
📖 Contoh Kitab dan Bab
Beberapa kitab penting di dalam Sunan Ibn Mājah:
- Kitāb al-Ṭahārah (Kitab tentang bersuci)
- Kitāb al-Ṣalāh (Shalat)
- Kitāb al-Zakāh (Zakat)
- Kitāb al-Ṣiyām (Puasa)
- Kitāb al-Nikāḥ (Pernikahan)
- Kitāb al-Tijārah (Perdagangan)
- Kitāb al-Ḥudūd (Hukum pidana)
- Kitāb al-Fitān (Ujian dan cobaan akhir zaman)
📘 Edisi dan Syarah Penting
Beberapa syarah (penjelasan) terkenal atas Sunan Ibn Mājah:
- Sharḥ Sunan Ibn Mājah oleh as-Sindi (al-‘Allāmah Abu al-Ḥasan al-Sindi)
- Tahqiq Sunan Ibn Mājah oleh Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqi
- Zawaid Ibn Mājah oleh al-Busairi (mengumpulkan tambahan hadis Ibn Mājah dibanding lima kitab lainnya)