Mengenal Kitab Talkhīshul Habir – Ibn Ḥajar al‑ʿAsqalānī

Profil Singkat

  • Judul lengkap: Talkhīṣ al-Ḥabīr fī Takhrīj al-Rāfiʿī al-Kabīr (تلخيص الحَبير في تخريج الرافعي الكبير).

  • Penulis: Ibn Ḥajar al‑ʿAsqalānī (1372 – 1449 M / 773 – 852 H).

  • Genre: Kitab takhrīj hadith — artinya buku yang meneliti dan menyusun hadith-hadith yang dikutip dalam karya sebelumnya, lalu mengevaluasi sanad dan matan.

  • Fokus: Men-takhrīj (melacak sanad dan tingkat ke­autentikan) hadith-hadith yang terdapat di dalam kitab Ash‑Sharḥ al‑Kabīr karangan Imām ar‑Rāfiʿī.

Isi Utama & Ciri Khas

  • Ibn Ḥajar menampilkan daftar hadith yang disebutkan oleh Imām ar-Rāfiʿī, kemudian mengevaluasi statusnya (misalnya sahih, hasan, dha‘īf) melalui ilmu hadith.

  • Buku ini bukan tafsir Al-Qur’an, melainkan karya dalam ilmu hadith/takhrīj. Meskipun demikian, kadang dirujuk dalam pembahasan teologi atau usul fiqh karena mengandung pengklasifikasian hadith yang digunakan dalam argumentasi ilmiah.

  • Sebagai contoh: Dalam pembahasan tentang konsensus umat (ijmāʿ), disebut: “Hafiz Ibn Hajar dalam Talkhis al-Habir telah melaporkan bahwa konsensus umat ini disepakati.”

Manfaat & Kegunaan

  • Berguna untuk para pelajar hadith, ahli fiqh, dan peneliti klasik yang ingin mengecek validitas hadith-hadith yang dikutip oleh Imām ar-Rāfiʿī.

  • Memberikan gambaran bagaimana karya‐karya besar dalam fiqh syafii dihubungkan dengan ilmu hadith; menolong memperkuat atau merevisi dasar‐hukum tertentu berdasarkan kualitas hadith.

  • Juga berguna sebagai rujukan historis untuk menelusuri perkembangan penilaian hadith di kalangan ulama klasik.

Catatan & Tips untuk Membaca

  • Jangan menggunakannya sebagai tafsir Al-Qur’an langsung; jika mencari tafsir Al-Qur’an, pilih karya yang memang khusus untuk tafsir.

  • Ketika menemukan suatu hadith yang statusnya disebutkan di Talkhis al-Habir, coba cek juga penulisannya lengkap dan konteksnya dalam sumber asli hadith agar pemahaman lebih komprehensif.

  • Karena ia men‐takhrīj satu kitab (Ash-Sharh al-Kabīr), maka cakupannya terbatas pada hadith‐hadith yang ada di kitab tersebut, bukan seluruh kumpulan hadith secara umum.

Terjemahan Talkhīshul Habir :