Mengenal Kitab Targhīb wa Tarhīb – Ibn Hajar Al-Asqalani

Berikut profil lengkap kitab Targhīb wa Tarhīb karya al-Ḥāfiẓ Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī:


🕮 Identitas Kitab

  • Judul lengkap: Targhīb wa Tarhīb min al-Ḥadīth al-Sharīf
  • Penulis: al-Ḥāfiẓ Aḥmad bin ‘Alī bin Ḥajar al-‘Asqalānī (w. 852 H / 1449 M)
  • Bidang: Hadis, Akhlak, Targhīb (dorongan) dan Tarhīb (peringatan)
  • Bahasa: Arab
  • Jenis kitab: Kumpulan hadis tematik yang berkaitan dengan motivasi berbuat baik dan ancaman atas perbuatan buruk

📖 Tentang Penulis

Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī adalah salah satu ulama besar abad ke-9 H, dikenal sebagai al-Ḥāfiẓ karena penguasaannya yang sangat luas terhadap hadis. Ia adalah penulis kitab syarah paling terkenal untuk Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, yaitu Fatḥ al-Bārī. Karya-karyanya meliputi bidang hadis, sejarah, rijāl al-ḥadīth, dan fiqh Syafi‘i.


🧭 Latar Belakang Penulisan

Kitab Targhīb wa Tarhīb disusun dengan tujuan:

  1. Memberikan motivasi spiritual dan moral kepada umat Islam agar termotivasi melakukan amal saleh (targhīb).
  2. Menimbulkan rasa takut dan peringatan terhadap dosa dan kelalaian (tarhīb).
  3. Menggabungkan aspek tarbiyah dan tazkiyah, yaitu pembinaan jiwa melalui hadis-hadis Nabi ﷺ.

Ibn Ḥajar menyusun kitab ini sebagai versi tahqiq, takhrīj, dan penataan ulang dari karya sebelumnya yang juga berjudul al-Targhīb wa al-Tarhīb karya al-Mundhirī (w. 656 H).


📚 Struktur dan Kandungan Kitab

Kitab ini disusun berdasarkan tema-tema amal dan akhlak, dengan pola:

  • Hadis-hadis tentang amal yang dianjurkan, beserta pahala dan keutamaannya (targhīb).
  • Hadis-hadis tentang larangan perbuatan dosa, beserta ancaman dan hukuman akhiratnya (tarhīb).

Beberapa tema utama:

  1. Keutamaan iman dan amal saleh.
  2. Motivasi ibadah wajib dan sunnah (shalat, zakat, puasa, haji, zikir).
  3. Adab dan akhlak sosial.
  4. Peringatan dari dosa besar dan maksiat.
  5. Hadis-hadis tentang tobat, rahmat, dan siksa akhirat.

🧩 Metodologi Ibn Hajar

  1. Takhrīj Hadis: Ibn Hajar menyebut sumber asal hadis, baik dari Ṣaḥīḥayn, Sunan, maupun Musnad.
  2. Penilaian sanad: Beliau memberikan komentar ringkas tentang derajat hadis (ṣaḥīḥ, ḥasan, ḍa‘īf).
  3. Penyusunan tematik: Hadis-hadis dikelompokkan sesuai topik moral dan spiritual.
  4. Bahasa: Disusun dengan gaya ilmiah yang ringkas, mudah dipahami, dan mengandung nilai tazkiyah.

🧠 Keistimewaan Kitab

  • Revisi ilmiah: Menyempurnakan karya al-Mundhirī dengan tambahan verifikasi sanad dan sumber.
  • Pedagogis: Digunakan luas dalam majelis taklim, karena menggabungkan dalil dan renungan moral.
  • Integratif: Menghubungkan antara ilmu hadis dan pendidikan ruhani.
  • Otoritatif: Banyak ulama kemudian menjadikannya referensi dalam kitab tazkiyah dan akhlak.

📘 Status dan Pengaruh

  • Kitab ini sering dijadikan bahan kuliah hadis tematik (hadis al-mawḍū‘ī).
  • Dikutip dalam berbagai kitab kontemporer, seperti Riyāḍ al-Ṣāliḥīn dan Tanbīh al-Ghāfilīn.
  • Terdapat berbagai edisi tahqiq modern oleh penerbit besar seperti Dār al-Ma‘rifah, Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, dan al-Maktabah al-Salafiyyah.

Terjemahan Targhib Wa Tarhib :