Mengenal Tafsir AL-MISBAH – Quraish Shihab

Berikut profil lengkap Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab:


🕌 Profil Umum

Judul lengkap: Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an
Penulis: Prof. Dr. M. Quraish Shihab
Bahasa: Indonesia
Jumlah jilid: 15 jilid (30 juz)
Penerbit: Lentera Hati
Tahun terbit: 2000–2009
Metode: Tahlili (analisis ayat demi ayat) dengan pendekatan maudhu’i (tematik) pada tema-tema tertentu.


📚 Latar Belakang Penulisan

Quraish Shihab menulis Tafsir Al-Misbah sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat Muslim Indonesia terhadap tafsir Al-Qur’an yang:

  • Ditulis dalam bahasa Indonesia yang komunikatif dan mudah dipahami,
  • Menyajikan kontekstualisasi pesan Al-Qur’an dalam realitas sosial modern,
  • Menghindari perdebatan mazhab yang kaku dan lebih menonjolkan hikmah universal dan moralitas Qur’ani,
  • Memadukan antara pendekatan ilmiah dan spiritual.

Nama “Al-Misbah” berarti “pelita” — simbol pencerahan dari Al-Qur’an bagi kehidupan manusia.


🧭 Metode dan Pendekatan Tafsir
  1. Metode Tahlili:
    Menafsirkan ayat secara berurutan sesuai urutan mushaf, disertai penjelasan kosa kata, konteks, dan hubungan antar ayat.
  2. Pendekatan Maudhu’i:
    Dalam beberapa bagian, Quraish Shihab mengangkat tema-tema besar seperti iman, sosial, keluarga, gender, dan keadilan dengan pendekatan tematik.
  3. Corak Adabi Ijtima’i (Sastra-Sosial):
    Tafsir ini menonjolkan nilai-nilai sosial, moral, dan kemanusiaan Al-Qur’an serta cara Al-Qur’an berinteraksi dengan realitas manusia.
  4. Pendekatan Kontekstual dan Rasional:
    Penulis sering mengaitkan ayat dengan problematika kontemporer—politik, budaya, dan sains modern—tanpa meninggalkan makna klasik.

🧩 Struktur dan Sistematika

Setiap penafsiran ayat biasanya terdiri atas:

  1. Terjemah ayat,
  2. Analisis linguistik dan makna kosa kata,
  3. Penjelasan konteks turunnya ayat (asbabun nuzul),
  4. Analisis makna dan relevansi sosial-spiritual,
  5. Refleksi moral dan hikmah praktis.

🌍 Kekhasan dan Kontribusi
  1. Bahasa Indonesia modern yang indah dan komunikatif.
  2. Pendekatan moderat (wasathiyyah): menghindari sikap ekstrem, menekankan keseimbangan antara teks dan konteks.
  3. Integrasi ilmu klasik dan modern: penulis menggunakan rujukan dari tafsir klasik seperti Al-Tabari, Al-Razi, Al-Qurtubi, hingga Fakhruddin Al-Razi, sekaligus memakai analisis sosial dan psikologis modern.
  4. Relevan bagi masyarakat Indonesia: tafsir ini sering memuat contoh kehidupan bangsa dan budaya Nusantara.
  5. Fokus pada nilai moral: menonjolkan akhlak Qur’ani sebagai inti dari seluruh penafsiran.

🔍 Pandangan Teologis dan Ideologis
  • Cenderung Ahlus Sunnah wal Jama‘ah, dengan sikap inklusif dan terbuka.
  • Memandang Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk (hudan), bukan sekadar teks hukum.
  • Mengedepankan akal dan hikmah, namun tetap menjaga otoritas wahyu.
  • Tidak menolak ijtihad modern, selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar Islam.

🪔 Pengaruh dan Penerimaan
  • Dianggap sebagai tafsir Indonesia modern paling berpengaruh di era kontemporer.
  • Banyak digunakan di perguruan tinggi Islam, pesantren modern, dan majelis taklim.
  • Menginspirasi tafsir-tematik lain, seperti Wawasan Al-Qur’an dan Tafsir Tematik Kemenag RI.
  • Quraish Shihab juga mengembangkan ide-ide Al-Misbah melalui program televisi “Tafsir Al-Misbah” di Metro TV.

📖 Referensi dan Rujukan Utama

Beberapa tafsir dan karya yang sering dijadikan rujukan dalam Al-Misbah:

  • Tafsir Al-Tabari, Al-Kashshaf (Zamakhsyari), Tafsir Al-Razi, Tafsir Al-Qurtubi, Tafsir Al-Maraghi, Tafsir Al-Manar (Abduh & Rasyid Ridha).
  • Kitab hadis: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Musnad Ahmad, Riyadhus Shalihin.
  • Literatur modern: karya-karya Sayyid Quthb, Muhammad Abduh, Thantawi Jauhari, dan lainnya.

Baca Tafsir Al-Misbah :