🕌 1. Nama Lengkap Kitab
Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān fī Tafsīr Kalām al-Mannān
(تيسير الكريم الرحمن في تفسير كلام المنان)
Sering disebut singkat sebagai Tafsir As-Sa‘dī.
👤 2. Pengarang
Nama: Abdurrahman bin Nashir as-Sa‘dī (عبد الرحمن بن ناصر السعدي)
Lahir: Tahun 1307 H / 1889 M di ‘Unaizah, Najd, Arab Saudi
Wafat: Tahun 1376 H / 1956 M
As-Sa‘dī adalah ulama besar dari mazhab Hanbali, dikenal sebagai guru dari Syaikh Ibnu ‘Utsaimin. Ia merupakan ahli tafsir, fiqih, dan akhlak yang menonjol, serta dikenal dengan gaya penulisan yang mudah, jernih, dan mendalam.
📚 3. Latar Belakang Penulisan
Kitab ini disusun untuk memberikan tafsir Al-Qur’an yang ringkas namun komprehensif, dengan bahasa yang mudah dipahami oleh kalangan awam maupun pelajar.
As-Sa‘dī ingin menyajikan tafsir yang:
- Bersih dari perdebatan panjang lintas mazhab.
- Fokus pada makna dan hikmah ayat.
- Menonjolkan keindahan dan kemudahan Al-Qur’an.
Beliau menulis tafsir ini secara utuh dari Al-Fatihah hingga An-Nas, menjadikannya salah satu tafsir ringkas yang lengkap 30 juz.
🧭 4. Metode dan Manhaj Tafsir
a. Sumber Tafsir
- Al-Qur’an dengan Al-Qur’an.
- Al-Qur’an dengan Sunnah.
- Atsar sahabat dan tabi‘in, namun tanpa berlebihan.
- Pendekatan rasional (tafsir bil-ma‘qūl) secara proporsional.
b. Gaya dan Karakteristik
- Bahasa mudah, bebas dari istilah yang terlalu teknis.
- Fokus pada makna dan faedah moral serta spiritual.
- Tidak terlalu panjang, tetapi sangat padat makna.
- Menonjolkan sifat tarbawi (pendidikan) dan akhlaki.
- Netral dan tidak sektarian.
c. Corak Tafsir
➡️ Adabi Ijtima‘i dan Tarbawi — menekankan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
➡️ Memiliki juga sentuhan Tahlili (menafsirkan ayat demi ayat sesuai urutan mushaf).
💎 5. Keistimewaan Tafsir As-Sa‘dī
- Kesederhanaan bahasa — sangat mudah dipahami, cocok untuk pelajar dan masyarakat umum.
- Keseimbangan antara dalil naqli dan akal sehat.
- Penekanan pada hikmah dan faedah praktis.
- Kering dari israiliyyat (cerita tambahan Bani Israil) dan perdebatan teologis ekstrem.
- Digunakan luas di dunia Islam modern, terutama di sekolah dan pesantren.
- Menjadi rujukan utama bagi tafsir tematik dan tarbawi kontemporer.
🧠 6. Contoh Gaya Tafsir
Contoh tafsir Surah Al-‘Ashr:
“Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian,”
— As-Sa‘dī menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah kerugian total dalam agama, dunia, dan akhirat, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Beliau menekankan bahwa empat sifat ini adalah jalan keselamatan universal.
Gaya seperti ini mencerminkan tafsir tematik, hikmah, dan tarbawi yang khas As-Sa‘dī.
🌍 7. Pengaruh dan Penerimaan
- Dipelajari luas di dunia Islam, khususnya di Saudi, Mesir, dan Asia Tenggara.
- Dijadikan buku teks tafsir di banyak lembaga pendidikan Islam.
- Menjadi dasar bagi tafsir Ibnu Utsaimin dan banyak ulama modern.
- Telah diterjemahkan ke berbagai bahasa (termasuk Indonesia).